Portal Barudak Bandung Bersatu, Lembang - Kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) tahun-tahun sebelumnya, jarang sebuah klub menurunkan pemain muda. Kalaupun ada, mereka kebanyakan menjadi spesialis latihan ataupun spesialis laga uji coba.
Di LSI musim ini, fenomena klub yang menurunkan pemain muda, cukup banyak. Dan hal itu menjadi semacam fenomena baru di kompetisi LSI musim ini. Seperti halnya, Persija Jakarta, Persisam Samarinda dan Pelita Bandung Raya (PBR).
Di skuad PBR, rata-rata pemainnya didominasi pemain muda. Di starting eleven setiap pertandingan, selalu diturunkan 4-5 pemain muda. Salah satunya Asep Mulyana, mantan pemain tim PON Jabar di PON Riau tahun lalu.
Di usianya yang baru 23 tahun, dalam 4 pertandingan, ia selalu terpilih untuk menjadi starting eleven dan berhadapan dengan banyak pemain senior di negeri ini.
"Tentunya saya senang bisa bermain di LSI dengan usia masih muda. Apalagi bisa satu tim dengan pemain senior yang bisa membimbing dan belajar banyak ilmu dari mereka," kata Asep, ketika ditemui di Mess PBR, di Pusdik Ajen Lembang, Selasa (29/1).
Di usianya yang masih relatif muda tersebut, tidak lantas dirinya bermain di LSI dengan mudah. Namun, kehadiran Eka Ramdani yang menjadi partnernya di posisi gelandang, turut membantunya.
"Kendalanya yang pasti soal pengalaman dan jam terbang yang kurang. Selain itu, atmosfer sepakbola di Indonesia yang keras, kalau pemain mudanya belum siap, bisa bahaya. Tapi, saya sering konsultasi dengan Bang Eka untuk menyiasatinya. Intinya, agar tidak membahayakan, kata Eka harus bermain simple dalam artian, tidak terlalu lama menguasai bola," ujarnya.


