Portal Barudak Bandung Bersatu, Lembang - Tim yang dibesut Simon McMenemy kembali bersiap diri untuk melakoni laga kandang lawan PSPS Pekanbaru (2/2/2013) dan selanjutnya lawan Persija Jakarta (5/2/2013). Dua laga kandang ini sekaligus menjadi tantangan bagi Eka Ramdani dkk untuk meraih poin setelah dalam empat bertanding (kandang dan tandang) hanya mengalami seri dan kekalahan. Setelah menjalani tur Kalimantan lawan Mitra Kukar dan Persisam Samarinda, tim Pelita Bandung Raya (PBR) kembali melakukan sesi latihan rutin di Pusdikajen Lembang, Selasa (29/1/2013).
Simon mengaku, pasukannya kini digenjot untuk persiapan laga kandang dengan raihan poin penuh. Terutama para pemain mudanya, apalagi kini para pemain muda PBR sudah merasakan kerasnya kompetisi LSI.
"Pemain muda kami ini sangat berpotensi untuk menjadi pemain bola yang handal dan saya sangat senang dengan pemain muda ini dapat berlatih dengan tekun," kata Simon kepada wartawan usai memimpin sesi latihan di lapangan Pusdikajen, Lembang, Selasa (29/1/2013).
"Yang pasti mereka akan semakin membaik bersamaan dengan prestasi tim PBR yang juga akan membaik. Saya belum bisa pastikan kapan, semuaya butuh proses tapi saya yakin mereka akan semakin baik," kata eks pelatih Mitra Kukar ini.
Di antara pemain muda yang selalu menjadi starting eleven PBR, salah satunya Asep Mulyana atau lebih dikenal Asep Ato. Eks pemain tim PON Jabar di PON Riau tahun lalu itu cukup gemilang dalam melakoni empat laga awal besama PBR.
"Saya senang bisa bermain di LSI dengan usia masih muda, apalagi bisa satu tim dengan pemain senior yang bisa membimbing," kata Asep ketika ditemui di Mess PBR, Pusdikajen Lembang.
Pemain yang masih berusia 23 tahun ini mengaku tidak mudah untuk bisa cepat menyamai para pemain seniornya, namun ia tidak menampik dengan adanya pemain senior seperti Eka Ramdani turut membantu meningkatkan kualitas permainan.
"Kendalanya paling soal pengalaman dan jam terbang saja yang kurang, kemudian atmosfer sepakbola di Indonesia yang keras. Kalau pemain mudanya belum siap, bisa bahaya. Tapi, saya sering konsultasi dengan pemain senior seperti Eka untuk menyiasatinya.
Di antara pemain muda yang selalu menjadi starting eleven PBR, salah satunya Asep Mulyana atau lebih dikenal Asep Ato. Eks pemain tim PON Jabar di PON Riau tahun lalu itu cukup gemilang dalam melakoni empat laga awal besama PBR.
"Saya senang bisa bermain di LSI dengan usia masih muda, apalagi bisa satu tim dengan pemain senior yang bisa membimbing," kata Asep ketika ditemui di Mess PBR, Pusdikajen Lembang.
Pemain yang masih berusia 23 tahun ini mengaku tidak mudah untuk bisa cepat menyamai para pemain seniornya, namun ia tidak menampik dengan adanya pemain senior seperti Eka Ramdani turut membantu meningkatkan kualitas permainan.
"Kendalanya paling soal pengalaman dan jam terbang saja yang kurang, kemudian atmosfer sepakbola di Indonesia yang keras. Kalau pemain mudanya belum siap, bisa bahaya. Tapi, saya sering konsultasi dengan pemain senior seperti Eka untuk menyiasatinya.
Laga perdana PBR Lawan Barito Putra, sekaligus menjadi laga perdana bagi Asep Ato. “Iya itu laga perdana saya di LSI. Sebelum masuk ke lapangan, saat itu sempat grogi karena terbebani juga bawa nama besar klub yang pernah juara di masa lalu," katanya.
Dari empat pertandingan, lanjut Asep bisa dilewatinya dengan baik. Namun dari empat laga tersebut, lawan Mitra Kukar menjadi laga yang sulit dilupakan olehnya. Terlebih, saat itu, PBR harus kalah dengan dramatis.
Dari empat pertandingan, lanjut Asep bisa dilewatinya dengan baik. Namun dari empat laga tersebut, lawan Mitra Kukar menjadi laga yang sulit dilupakan olehnya. Terlebih, saat itu, PBR harus kalah dengan dramatis.
"Dari empat laga, ketika melawan Mitra Kukar sulit dilupakan. Saat itu, saya harus menghadapi pemain senior yang mayoritas timnas, ada bang Hamka Hamzah, Arif Suyono, Ahmad Bustomi dan sejumlah pemain senior lain," katanya.


